RESENSI NOVEL “APAPUN SELAIN
HUJAN” KARYA OKKE RIZKA SEPTIANA (ORIZUKA)
Resensi novel merupakan sebuah tinjauan atau ulasan yang memberikan sebagian besar gambaran tentang isi, tema, karakter, plot, dan gaya penulisan dari sebuah novel. Resensi novel pada umumnya terdiri dari ringkasan singkat isi cerita, penjelasan tentang latar belakang cerita, analisis terhadap karakter dan tema yang diangkat, serta penilaian tentang keunggulan dan kelemahan dari novel tersebut.
i. Mengenal
Sosok Okke Rizka Septiana (Orizuka)
Pecinta novel jaman sekarang, mungkin agak asing dengan sosok yang
bernama Okke Rizka Septiana atau yang
biasa disebut yakni ORIZUKA. Tetapi bagi para pecinta novel pada tahun 2000-an,
pasti tidak asing dengan sosok Orizuka ini. Orizuka merupakan salah satu penulis
novel pada tahun 2000-an yang ternama pada masanya. Salah satu novel yang Ia
tulis berjudul "Summer Breeze" menjadi best seller dan telah diangkat
menjadi film pada tahun 2008 dengan judul yang sama.
ii.
Resensi Novel “Apapun Selain
Hujan”
· Identitas buku
Judul Buku : Apapun
Selain Hujan
Penulis :
Okke Rizka Septiana (Orizuka)
Penerbit : Gagas
Media
Tahun Terbit : 2016
Tebal Buku : 296Halaman
·
Isi Buku
Salah satu novel Orizuka yang berjudul Apapun Selain Hujan bercerita
tentang perjalanan hidup Wirawan Gunandi yang berusaha bangkit dari
keterpurukannya yang sedang Ia alami, karena kejadian di masa lalunya. Wirawan
Gunandi atau yang disebut Wira, mempunyai sahabat karib dengan dia yaitu Faiz
dan Nadine.
Perjalinan pertemanan antara Wira dan Faiz mulai merenggang, ketika
pada suatu saat mereka berdua saling mengetahui, jika mereka menyukai wanita
yang sama yaitu Nadine teman mereka sendiri. Hal tersebut membuat Wira dan Faiz
menjadi salah paham antara satu sama lain.
Wira merupakan seorang Taekwondoin, sebutan untuk orang yang
mengamalkan ilmu bela diri Taekwondo. Bahkan pada saat dirinya menginjak kelas
12 sudah mendapatkan sabuk hitam. Pada suatu ketika Wira mengikuti sebuah
turnamen dan itu menjadi akhir dalam karir Wira sebagai Taekwondoin. Karena
dalam turnamen tersebut Ia tidak sengaja menghilangkan nyawa sahabat
terbaiknya, yaitu Faiz yang meninggal di tangannya.
Tunamen itu pula yang menyebabkan hancurnya mimpi Wira, membunuh
sebagian besar dalam hidupnya, melenyapkan cinta yang baru saja hadir di dalam
hatinya, dan yang paling penting yaitu rasa bersalah yang begitu besar terhadap
mendiang sahabatnya sendiri, yaitu Faiz.
Sampai pada suatu titik Wira memutuskan untuk meninggalkan keluarganya
yang ada di Kota Jakarta dan memutuskan untuk berkuliah di Universitas
Brawijaya yang berada di Kota Malang. Karena Ia sangat ingin melupakan kejadian
di masa lalunya yang sangat menyedihkan. Dan Wira ingin mencoba untuk membuka
lembaran hidup yang baru.
Namun, seberapapun jauh langkah Wira meninggalkan mimpinya, Mimpi
itulah yang justru semakin mendekat. Saat ia sedang berusaha keras untuk melupakan
masa lalunya, pada saat itulah ia bertemu dengan seorang wanita yang bernama
Kayla. Kayla merupakan seorang mahasiswa kedokteran hewan dan ia juga seorang
Taekwondoin sama seperti Wira. Pertemuan itu mengubah segalanya. Kayla dengan
setulus hati membantu Wira dalam melupakan masa lalunya. Dan dengan sepenuh
hati membantu untuk membangkitkan semangat Wira kembali.
·
Unsur Interistik
Novel
Tema : Kisah cinta segitiga diantara tokoh dalam cerita novel
tersebut.
Latar Belakang : Rumah, Universitas Brawijaya, sport center, Gor Olahraga,
Batu Night Show (BNS), Batu Secret Zoo, Jatim Park II,
Alun-alun Malang, Jl. MT Haryono, Stasiun Malang, Monumen
Tugu Malang, Balikota Malang, Mall MX (salah satu mall yang
berada di Jl. Veteran), Rumah Sakit.
Waktu : Pagi,
siang, sore dan malam.
Suasana :
Terkejut, trauma, takut, canggung, kecewa, marah, sedih,
bahagia, terharu, benci, muak.
Alur :
Alur campuran.
Gaya Bahasa : Mudah
dipahami.
·
Watak Penokohan :
·
Wira : Penakut, gugup, mudah menyerah, dingin.
·
Kayla : Ramah, ceria, pemberani, pantang menyerah,
rendah hati.
·
Nadine : Ramah, pemberani, lapang dada, ceria.
·
Faiz : Baik hati, mudah salah paham.
·
Uti : Ramah, penyayang, mempunyai jiwa keibuan,
bijaksana.
·
Mama : Baik hati, penyayang, kurang perhatian
terhadap anak.
·
Ayah : Baik hati, penyayang, kurang perhatian terhadap
anak.
·
Amanat:
Jangan pantang menyerah dengan keadaan sesulit apapun itu, tetap ta’bah dan sabar dalam menjalani kehidupan, jangan mudah percaya terhadap omongan orang lain tetap percaya pada diri sendiri dan keluarga, sesulit apapun itu masalahnya pasti akan ada jalan yang indah, dan yang terpenting jangan selalu menyalahkan diri sendiri terhadap suatu masalah yang terjadi.
·
Keunggulan :
Penulis
sangat baik dalam merangkai alur cerita, gaya bahasanya mudah untuk dipahami,
dan pembaa dapat merasakan sensasi klimaks dari novel tersebut.
· Kekurangan :
Ada beberapa kalimat/ kata yang agak sulit di pahami dan ada di sebagian cerita yang menggunakan majas hiperbola yang agak di lebih-lebihkan.