Rabu, 15 November 2023

RESENSI NOVEL "APAPUN SELAIN HUJAN"

 

RESENSI NOVEL “APAPUN SELAIN HUJAN” KARYA OKKE RIZKA SEPTIANA (ORIZUKA)


Apa itu resensi novel ?

Resensi novel merupakan sebuah tinjauan atau ulasan yang memberikan sebagian besar gambaran tentang isi, tema, karakter, plot, dan gaya penulisan dari sebuah novel. Resensi novel pada umumnya terdiri dari ringkasan singkat isi cerita, penjelasan tentang latar belakang cerita, analisis terhadap karakter dan tema yang diangkat, serta penilaian tentang keunggulan dan kelemahan dari novel tersebut.




i.      Mengenal Sosok Okke Rizka Septiana (Orizuka)

Pecinta novel jaman sekarang, mungkin agak asing dengan sosok yang bernama  Okke Rizka Septiana atau yang biasa disebut yakni ORIZUKA. Tetapi bagi para pecinta novel pada tahun 2000-an, pasti tidak asing dengan sosok Orizuka ini. Orizuka merupakan salah satu penulis novel pada tahun 2000-an yang ternama pada masanya. Salah satu novel yang Ia tulis berjudul "Summer Breeze" menjadi best seller dan telah diangkat menjadi film pada tahun 2008 dengan judul yang sama.

 

ii.      Resensi Novel “Apapun Selain Hujan”

·         Identitas buku

Judul Buku               : Apapun Selain Hujan

Penulis                      : Okke Rizka Septiana (Orizuka)

Penerbit                   : Gagas Media

Tahun Terbit           : 2016

Tebal Buku               : 296Halaman


·         Isi Buku

Salah satu novel Orizuka yang berjudul Apapun Selain Hujan bercerita tentang perjalanan hidup Wirawan Gunandi yang berusaha bangkit dari keterpurukannya yang sedang Ia alami, karena kejadian di masa lalunya. Wirawan Gunandi atau yang disebut Wira, mempunyai sahabat karib dengan dia yaitu Faiz dan Nadine.

 

Perjalinan pertemanan antara Wira dan Faiz mulai merenggang, ketika pada suatu saat mereka berdua saling mengetahui, jika mereka menyukai wanita yang sama yaitu Nadine teman mereka sendiri. Hal tersebut membuat Wira dan Faiz menjadi salah paham antara satu sama lain.

 

Wira merupakan seorang Taekwondoin, sebutan untuk orang yang mengamalkan ilmu bela diri Taekwondo. Bahkan pada saat dirinya menginjak kelas 12 sudah mendapatkan sabuk hitam. Pada suatu ketika Wira mengikuti sebuah turnamen dan itu menjadi akhir dalam karir Wira sebagai Taekwondoin. Karena dalam turnamen tersebut Ia tidak sengaja menghilangkan nyawa sahabat terbaiknya, yaitu Faiz yang meninggal di tangannya.

 

Tunamen itu pula yang menyebabkan hancurnya mimpi Wira, membunuh sebagian besar dalam hidupnya, melenyapkan cinta yang baru saja hadir di dalam hatinya, dan yang paling penting yaitu rasa bersalah yang begitu besar terhadap mendiang sahabatnya sendiri, yaitu Faiz.

 

Sampai pada suatu titik Wira memutuskan untuk meninggalkan keluarganya yang ada di Kota Jakarta dan memutuskan untuk berkuliah di Universitas Brawijaya yang berada di Kota Malang. Karena Ia sangat ingin melupakan kejadian di masa lalunya yang sangat menyedihkan. Dan Wira ingin mencoba untuk membuka lembaran hidup yang baru.

 

Namun, seberapapun jauh langkah Wira meninggalkan mimpinya, Mimpi itulah yang justru semakin mendekat. Saat ia sedang berusaha keras untuk melupakan masa lalunya, pada saat itulah ia bertemu dengan seorang wanita yang bernama Kayla. Kayla merupakan seorang mahasiswa kedokteran hewan dan ia juga seorang Taekwondoin sama seperti Wira. Pertemuan itu mengubah segalanya. Kayla dengan setulus hati membantu Wira dalam melupakan masa lalunya. Dan dengan sepenuh hati membantu untuk membangkitkan semangat Wira kembali.

 

·         Unsur Interistik  Novel

Tema                       : Kisah cinta segitiga diantara tokoh dalam cerita novel 

                                 tersebut.

Latar Belakang        Rumah, Universitas Brawijaya, sport center, Gor Olahraga,

                                Batu Night Show (BNS), Batu Secret Zoo, Jatim Park II, 

                               Alun-alun Malang, Jl. MT Haryono, Stasiun Malang, Monumen 

                               Tugu Malang, Balikota Malang, Mall MX (salah satu mall yang  

                                berada di Jl. Veteran), Rumah Sakit.

Waktu                    : Pagi, siang, sore dan malam.

Suasana                  : Terkejut, trauma, takut, canggung, kecewa, marah, sedih,

 bahagia, terharu, benci, muak.

Alur                       : Alur campuran.

Gaya Bahasa          : Mudah dipahami.


·         Watak Penokohan :

·         Wira : Penakut, gugup, mudah menyerah, dingin.

·         Kayla : Ramah, ceria, pemberani, pantang menyerah, rendah hati.

·         Nadine : Ramah, pemberani, lapang dada, ceria.

·         Faiz : Baik hati, mudah salah paham.

·         Uti : Ramah, penyayang, mempunyai jiwa keibuan, bijaksana.

·         Mama : Baik hati, penyayang, kurang perhatian terhadap anak.

·         Ayah : Baik hati, penyayang, kurang perhatian terhadap anak.

 

·         Amanat:

Jangan pantang menyerah dengan keadaan sesulit apapun itu, tetap ta’bah dan sabar dalam menjalani kehidupan, jangan mudah percaya terhadap omongan orang lain tetap percaya pada diri sendiri dan keluarga, sesulit apapun itu masalahnya pasti akan ada jalan yang indah, dan yang terpenting jangan selalu menyalahkan diri sendiri terhadap suatu masalah yang terjadi.

·         Keunggulan :

Penulis sangat baik dalam merangkai alur cerita, gaya bahasanya mudah untuk dipahami, dan pembaa dapat merasakan sensasi klimaks dari novel tersebut.

 

·         Kekurangan :

Ada beberapa kalimat/ kata yang agak sulit di pahami dan ada di sebagian cerita yang menggunakan majas hiperbola yang agak di lebih-lebihkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RESENSI NOVEL "APAPUN SELAIN HUJAN"

  RESENSI NOVEL “APAPUN SELAIN HUJAN” KARYA OKKE RIZKA SEPTIANA (ORIZUKA) Apa itu resensi novel ? Resensi novel merupakan sebuah tinjaua...